Month: October 2017

Battle of Khandaq Part 3

Kisah ini merupakan lanjutan dari kisah sebelumnya, dimana Abdu Wuud tewas setelah kalah duel dengan Ali bin Abi Talib..”

 

Salah satu pimpinan pasukan musuh bernama Huyaiy bin Akhtab, orang Yahudi..

Setelah Abdu Wuud kalah, Huyaiy muter muter mencari celah untuk masuk ke kota Madinah..

Akhirnya Huyaiy pun sampai ke benteng suku quraidah.. pemimpin suku quraidah saat itu bernama Kaab..

 

Benteng Quraidah ini letaknya di belakang Madinah.. benteng ini merupakan salah satu pintu masuk ke Madinah.. kalau ini terbuka, pasukan musuh bisa masuk dan bahaya.. makanya, sebelum perang, Rasul dan pimpinan suku Quraidah pernah membuat perjanjian agar suku Quraidah tidak membuka benteng kepada siapapun..”

Saat Huyay berada di depan benteng Quraidah.. ia berkata kepada pimpinannya.. “Hai Kaab.. Hai Kaab.. buka pintunya… kami kan sodaramu.. buka pintunya..”

Kaab bilang.. “kami sudah sepakat dengan muhammad.. pergi sana.. Kami tidak akan buka pintu..”
Lalu Huyaiy berkata.. “ahh.. bilang aja kamu ngga mau buka pintu karena kamu pelit kan? ngga punya makanan untuk tamu.. dasar pelit!”

Mendengar ini Kaab pun marah, karena orang yahudi paling anti dibilang pelit..

Kaab pun berkata.. “yaudah sini masuk”

Pintu benteng pun dibuka..

Begitu masuk.. Huyaiy bilang gini ke Kaab..

“Kaab.. ini pasukan kami total ada 10.000 orang.. ayo sama2 kita serang Muhammad.. kita tidak mungkin kalah.. Muhammad kan dalam keadaan terjepit..”
Saat itu.. Rasul pun curiga akan keadaan di benteng Quraidah.. Rasul pun mengutus Saad bin Muadz
dan Saad bin Ubadah untuk memeriksa apakah suku Quraidah masih menepati janjinya..

 

Saat Saad berada di depan benteng suku Quraidah.. Saad minta bertemu dengan Kaab.. namun, bukannya disambut, malah orang Yahudi teriak sambil berkata “di antara kita sudah tidak ada perjanjian lagi!”

Saad pun buru-buru kembali ke depan Madinah untuk melapor ke rasul..

“Abdah wa Qarrah ya Rasulullah..” kata Saad..
Abda wa qarrah ini kejadian waktu dulu qari pernah dibunuh dan dikhianati.. artinya suku Quraidah sudah mengingkari janjinya..
Rasul pun terdiam..

Tiba tiba Rasul takbir… “Allahuakbar!
Allah akan kirim malaikat untuk bantu kita…


Di saat yg sama.. Pimpinan suku Quraidah bilang gini ke pasukan.. “Coba sana kalian cek ke Madinah.. apa di benteng belakang ada pasukan? Kalau tidak ada, mari kita serang saja dari sekarang..”

Saat itu di benteng belakang dikumpulkan para perempuan, anak-anak, dan orang orang tua yang sudah tidak sanggup berperang.. di dalam benteng tersebut ada tantenya Rasul, namanya Shafiyyah.. ada juga seorang kakek yang bernama Hasan bin Tsabit..

 

Shafiyyah ini istrinya Zubair bin Awwam dan ibunya Abdullah bin Zubair.. mereka semua adalah sahabat nabi yang pemberani..

Pasukan suku Quraidah pun datang ke benteng belakang itu..

Saat itu Safiyyah melihat dari kejauhan, ada pasukan musuh yang mendekati benteng belakang.. “bahaya ini” pikirnya..
Lalu Shafiyyah pun mengajak Hasan bin Tsabit.. “yok kita lawan mereka..”

Hasan pun bilang.. “saya sudah tua.. tidak sanggup lagi melawan”

 

Shafiyyah pun berkata “ini bahaya jika musuh bisa masuk benteng ini, karena di dalam benteng ini cuma ada para wanita.. bisa habis kita”

Kemudian.. Shafiyyah dengan gagah berani menggunakan baju perang.. baju perang itu tertutup.. sehingga orang tidak ada yang tau kalau di dalamnya adalah seorang wanita..

Pasukan musuh pun mengintai pelan-pelan.. salah satu pasukan menyelinap dari luar benteng.. naik ke atas untuk menaiki benteng.. untuk melihat keadaan di dalam benteng..

 

Di dalam benteng, Shafiyyah sudah menunggu di atas tangga.. saat itu Shafiyyah membawa pisau…

Saat musuh naik ke tangga yang paling atas, Shafiyyah pun langsung dengan cekatan menebas leher musuh tersebut”

Kemudian Shafiyyah berdiri di atas benteng, sambil memegang kepala musuh, dan melemparkan kepala musuh tadi ke arah teman temannya..

Saat itu pasukan yang lain melihat dari bawah dengan kaget sambil berkata “wah.. bahaya ini, di dalam benteng ini banyak pasukan laki-laki! Ayo kita pulang”.  Kemudian pasukan musuh tadi pun lari pulang ke benteng Quraidah..

 

Perlu dipahami disini bahwa ini kondisi perang.. harus dibedakan dengan kondisi damai.. apa yang dilakukan Shafiyyah sudah tepat.. jangan dipikir kalau ini sadis.. bayangkan kalau pasukan musuh tadi bisa masuk ke benteng yang isinya perempuan dan anak anak..

 

Pasukan tadi pun melapor ke pimpinan suku Quraidah.. “lapor, di benteng belakang penjagaan sangat ketat, kita tidak bisa masuk sekarang..”

Pimpinan Quraidah pun bilang.. “baiklah.. jangan masuk dulu.. tunggu aba aba dari pasukan Quraisy”

 

—  to be continued —

 

Advertisements

Battle of Khandaq Part 2

Kisah ini merupakan lanjutan dari kisah sebelumnya, yaitu setelah rasul memecahkan batu saat menggali parit..
Saat pasukan telah selesai menggali, Rasulullah bertanya “apa kalian sudah selesai menggali? apakah semuanya sudah dicek?”
Salman menjawab.. “Sudah ya Rasulullah, tapi ada satu tempat yang agak rawan, karena ada dinding batu, jadi sulit digali”
Kemudian Rasul datang ke tempat tersebut sambil berkata “tempat ini bahaya, karena kuda terlatih bisa loncat ke sini. Hanya pasukan arab yang punya kuda terlatih seperti itu”
Salman bertanya lagi “terus gimana ya Rasulullah?”
Rasul menjawab “tempatkan saya di sini”
Ali Bin Abi Thalib pun berkata “saya boleh ikut ya Rasulullah?” Rasul pun menjawab “iya silahkan”
Akhirnya pasukan musuh pun datang..
Yang pertama datang adalah pasukan Abu Sufyan, Huyaiy, dan Khalid bin Walid… mereka datang dengan cepat sambil teriak “serbuuuu”…
Tapi begitu mereka sampai ke depan Madinah, mereka pun kaget melihat parit yang telah digali.. Abu Sufyan berkata “apa ini? perang seperti ini bukan gaya arab!”
Abu Sufyan melanjutkan “coba cek ke sebelah sana… coba cek ke ujung situ..”  Pasukan pun memutar, termasuk Kinanah ke suatu ujung, dan Ikrimah ke ujung lainnya.. namun mereka ngga bisa masuk kemana-mana karena terhalang parit.
Di antara pasukan musuh, ada orang  yang bernama Amr bin Abdu Wuud.. orang Mekkah.. usia 80 tahun.. kuat sekali.. keluarga Abdu wuud tewas di perang Badar, sejak saat itu ia bernazar untuk tidak keramas sampai berhasil membunuh Nabi.. empat tahun ngga keramas, makanya rambutnya gimbal..
Abdu wuud bersama ikrimah.. mencari celah.. akhirnya mereka menemukan tempat yg rawan tadi..
Kuda Abdu wuud loncat.. berhasil ! Kuda ikrimah juga loncat..Cuma ada 4 atau 5 kuda yang berhasil melompati parit..
Kemudian.. Abdu wuud teriak..
Siapa yg akan menghadapiku?
Rasul bilang.. “siapa yg mau menghadapi orang ini?”
Semua sahabat diam.. sahabat berpikir “ini Abdu wuud.. orangnya kuat…”
Tiba tiba.. Ali bin Abi Talib berdiri dan berkata.. “saya ya Rasulullah..”
Rasul diam. Kemudian bertanya lagi kepada para sahabat.. “siapa yg mau menghadapi?”
Ali menjawab lagi.. “saya ya Rasul..”
Rasul pun berkata “saya takut kamu dibunuh ya ali..”
Ali lalu menjawab dengan tatapan berani “Justru saya yg akan membunuhnya ya Rasulullah”
Mendengar jawaban itu, akhirnya Rasul pun setuju.. “baiklah”
Ali pun turun hanya membawa pedang dan perisai..
Di arab..  duel tidak akan dimulai sebelum tau siapa lawannya..
Abdu wuud nanya “Siapa kamu?”
Ali menjawab “saya Ali”
Abdu wuud : “Ali bin Muawiyah?”
Ali: “Bukan, saya Ali bin Abi talib”
Abdu wuud kaget: “apa???”
Ternyata bapaknya Ali bin abi talib ini adalah temannya Abdu wuud.. saat itu usia Ali sangat muda.. hanya 17-20an tahun.. sedangkan Abdu wuud 80 tahun..
Abdu wuud bilang.. “ah.. sana pulang kamu.. saya tau waktu kamu masih anak2.. kamu bukan lawan saya.. apa tidak ada orang lain yang sepantaran?”
Ali bilang.. “Saya tau.. Abdu wuud tidak akan meninggalkan salah satu pilihan diantara dua pilihan..”
Abdu wuud bertanya “Anda benar! Apa pilihannya?”
Kata Ali “pilihan pertama, masuklah ke dalam islam, baca syahadat”
Kata abdu wuud.. “saya tidak mau, justru saya jauh jauh ke sini untuk melawan islam”
Kemudian Ali berkata “baiklah, pilihan ke dua.. ‘annizal’ yaitu duel sampai mati..”
Mendengar kata2 ali itu, Abdu wuud marah sekali karena seumur hidupnya tidak ada yg pernah berani bilang gitu ke dia..
Sangking marahnya.. kudanya pun dihajar sampai mati..
Saat itu, Abdurrahman bin Auf menyaksikan dan bilang.. “saya tidak pernah khawatir ketar ketir seperti saat itu”
Duel pun dimulai..
Abdu wuud langsung mukul.. Ali menangkis dengan perisai.. pukulan Abdu wuud sangat kencang sampai-sampai perisai Ali pecah..
Setelah itu..
Debu menutupi..
Gerakan Ali dan gerakan Abdu wuud tidak keliatan lagi..
Hanya kedengeran suara pedang.. trang.. tring..
Tiba-tiba..
hening.. tidak ada suara sama sekali..
Lalu sayup-sayup terdengar suara takbir.. “Allahuakbar !”
Rasul pun mendengarnya dan ikut bertakbir..
Setelah duel selesai.. Ali melihat Ikrimah dan berkata “Siapa mau hadapi aku?
Ikrimah pun lari seperti wanita yg ketakutan..
Tak lama, pihak musuh berkata seperti ini ke Ali..
“Ali..kasih jenazah abdu wuud ke kami.. kami akan menyerahkan 1000 dinar..”
Rasul pun menjawab “Kami tidak jual beli jenazah.. sana ambil aja..”
——to be continued—-
Tulisan ini dicatat dari pengajian Ustadz Abi Makki di Mesjid Husnul Khatimah Cinere, 14 Oktober 2017

How to build your character

Suatu hari.. ada seorang anak lulusan sma dari suatu daerah yang bercita2 kuliah di ibukota..
Karena tak punya uang, ia pun bekerja sebagai kuli bangunan.. tak puas di sana, ia pun alih profesi menjadi pengumpul sampah..
Tak lama kemudian, ia diterima bekerja di suatu restoran.. di restoran ini dia belajar banyak hal sampai akhirnya dia berhasil menjadi seorang direktur utama sekaligus menjadi seorang trainer yang telah menginspirasi ribuan orang..
Kok bisa?
Saat menceritakan kisah hidupnya, dia menjelaskan tiga pelajaran penting:
Satu
Semua berawal dari pikiranmu.. karena apa yang kamu pikir akan menjadi ucapanmu.. apa yang kamu ucapkan akan menjadi tindakanmu.. apa yang kau perbuat akan menjadi kebiasaanmu.. kebiasaanmu akan menjadi karaktermu.. dan karaktermu akan menentukan masa depanmu..
Dua
Jangan biarkan otakmu mengendalikan hidupmu.. justru sebaliknya, kendalikanlah otakmu untuk mencapai tujuan hidupmu..
Contoh, setiap pagi saat alarm berbunyi.. otak akan memerintahkan kita untuk menekan tombol “snooze”.. kendalikan otak dan bangunlah.. jangan turuti permintaannya untuk tidur lagi..
Bagaimana cara mengendalikan otak? Salah satunya dengan senam otak untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.
Tiga
Ada delapan kunci kesuksesan.
  1. Integritas. Nilai seseorang tergantung dari integritasnya. Uang seratus ribu rupiah (Rp 100.000), walaupun lecek, diinjek, dan jatuh ke dalam got, akan tetap diambil orang yang melihatnya. Sebaliknya, uang koin dua ratus perak (Rp 200), walaupun terlihat di jalan, belum tentu dipungut orang.
  2. Kegagalan adalah awal kesuksesan. Jika kita mengalami kegagalan, yakinlah, itu artinya kesuksesan kita sudah dekat. Ketika anda gagal, jangan menyerah. Tetaplah berusaha.
  3. Bicara dengan tujuan baik. Sebelum berbicara, selalu tanya tiga hal. Apakah yang mau dibicarakan ini baik? Apakah informasinya benar? Apakah berguna untuk hidup kita? Kalau ada salah satu yang jawabannya “tidak”, maka lebih baik tidak dibicarakan. Waktu kita amat terbatas untuk membicarakan hal2 yang ngga penting.
  4. Pikirkan saat ini (present). Seringkali kita menyesali kegagalan di masa lalu (past) dan mengkhawatirkan kemungkinan di masa depan (future). Padahal masa lalu ngga bisa diubah, dan masa depan belum tentu datang. Fokuslah pada masa sekarang. Karena itu yang akan menentukan masa depan kita.
  5. Komitmen. Saat kita sudah menentukan tujuan hidup. Tetaplah berkomitmen dalam berjalan mencapai tujuan itu walaupun menghadapi banyak tantangan.
  6. Fleksibel. Ketika suatu jalan yang ditempuh tidak berhasil, jangan menyerah dan coba lagi dengan cara yang lain. Bukankah ada banyak jalan menuju roma?
  7. Tanggung jawab. Kita harus bertanggung jawab atas semua tindakan yang kita lakukan.
  8. Seimbang. Hidup harus seimbang. Pastikan fisik kita sehat dengan berolahraga rutin, mental kita sehat dengan berfikir positif, dan spiritual pun sehat dengan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta. Senantiasa bersyukur karena pasti nikmatNya akan ditambah.

 

KESIMPULAN

“Berusahalah memulai segala sesuatu dengan pikiran baik, perasaan baik, ucapan baik, dan tindakan baik maka hasilnya akan baik”

 

Tulisan ini dicatat dari materi training “How to build your character?” By Heri Purnomo @herihp Direktur Utama PT. Tiga Sekawan Solution