ngaji

i’tikaf, buat apa?

  • Tulisan ini merupakan catatan kajian ustadz Muhammad Nuzul Dzikri di Mesjid Agung Al Azhar Jakarta Selatan tanggal 23 Ramadhan 1438 H / 17 Juni 2017
  • Note: Ini cuma catatan pribadi. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi.
  • I’tikaf merupakan ibadah yang istimewa, di surah Al Baqarah ayat 125, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk membersihkan rumah Allah agar bisa digunakan orang yang i’tikaf.
  • Banyak orang yg i’tikaf tapi ga paham maknanya.
  • Apa pelajaran yg dapat kita petik dari i’tikaf?
  • Dunia ini ngga boleh diturutin. Ada saatnya kita bilang tidak, walaupun itu halal. Rasul berkata, yang aku takutkan pada kalian bukan kemiskinan atau kefakiran. Tapi aku takut jika dunia dibuka kepada kalian. Lalu dunia akan menghancurkan kalian sebagaimana dunia menghancurkan umat2 sebelum kalian.
  • Siapa orang terkaya di dunia? Bukan bill gates, bukan pula warren buffet. Dulu ada seorang raja mali di afrika bernama mansa musa. Kekayaannya 5400 triliun. 5 kali lipat dari bill gates.
  • Raja mansa itu ngga pernah naik mobil innova atau pesawat garuda. Walaupun dia kaya. Karena saat itu dunia belum dibuka seperti kita sekarang.
  • Cinta dunia adalah induk dari segala maksiat.
  • Surah ArRaad ayat 26 menjelaskan bahwa banyak orang gembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan itu hanya sebentar aja.
  • Surah Fajr ayat 15 dan 16 menjelaskan bahwa ada orang yang mengira kalau hartanya lagi banyak, artinya Allah lagi memuliakan dia. Kalau hartanya lagi dikit, artinya Allah lagi benci dia.
  • Padahal bukan seperti itu, dunia ini bukan parameter. Bukankah rasul pernah berkata bahwa dunia ini lebih hina dari bangkai kambing yang cacat?
  • Semua itu ujian. Ngga lebih ngga kurang. Anda banyak harta, itu ujian. Anda miskin harta, itu ujian. Anda jadi office boy, itu ujian. Anda jadi CEO, itu ujian. Apa yang diuji? Siapa yamg paling baik amalnya, seperti dijelaskan di surah Al Mulk ayat 2.
  • Jangan pernah iri sama orang yang kelihatannya kaya, sukses, bahagia, tapi ngga pernah solat. Bisa jadi itu istidraj. Cek surah Al an’am ayat 44. Ketika ada orang sukses yang ngga solat dan ngga puasa, apa dia disamber petir? Ngga.

 

  • Malah seolah2 ditambah kesuksesannya, hartanya, followersnya. Orang itu ngga sadar kalau harta yang ditambah itu justru untuk mengazab dia.
  • Bukankah salah satu nama Allah adalah Al Latif, yang maha halus? Maksudnya, orang yang diazab tadi ngga sadar kalau dirinya lagi diazab. Seperti orang yang ngga sadar kalau lagi diincar sniper.
  • Jangan tertipu dengan dunia.
  • Di surah Al Hadid ayat 20 Allah telah menjelaskan bahwa dunia hanya sandiwara. Dunia ini tempat orang berbangga2. Orang ngga akan mungkin nunjukin kesialannya di depan orang lain. Orang pasti nutupin aibnya.
  • Surah Fatir ayat 5. Allah yang jamin, barangsiapa yang tidak bertakwa, pasti hidupnya akan sengsara di dunia. Ngga sedikit orang yang tidur di hotel mewah tapi resah, naik pesawat first class tapi gelisah.
  • Lalu bagaimana supaya kita tenang?
  • Carilah ketenangan dengan i’tikaf.
  • Buka surah AlFath ayat 4. Yang memberikan ketenangan itu Allah. Surah arRa’d ayat 28. Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Kalau mau bebas galau, dekati Allah.
  • Ketika kematian datang menghampiri, banyak orang akan merengek minta kesempatan untuk kembali ke dunia supaya bisa beramal soleh.
  • Baca surah Al Mu’minun ayat 99. Mereka merengek, tapi udah telat. Kalau nyawa udah di tenggorokan, firaun aja tobat, tapi telat, pintu tobat udah ditutup.
  • Orang beriman itu kalau melihat dunia, parameternya surah Al Qasas ayat 77. Carilah yang Allah janjikan tentang akhirat, tapi jangan lupakan bagianmu di dunia.
  • I’tikaf ini mengajarkan tentang hakikat dunia.
  • Inti dari i’tikaf adalah berduaduaan dengan Allah. Saat i’tikaf perbanyak baca
  • “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fuanni”
  • Afuw itu artinya menghapus dosa sampai ke akar2nya.
  • Dosa itu akan terhapus dari buku catatan malaikat, kita tidak akan diinterogasi di hari kiamat tentang dosa itu, dan Allah akan hilangkan dosa itu dari memori kita di hari kiamat, justru Allah akan ganti dosa itu dengan pahala.
  • Kenapa kita harus minta ampunan?
  • Pertama, karena dosa adalah sumber semua malapetaka di dunia. Kalau dosa kita diampuni. seluruh masalah dunia kita clear.
  • Kedua, agar kita sadar, sehebat apapun solat kita, khataman kita, kita sadar bahwa kita hanyalah seorang pendosa. Allah sangat pandai menutup aib kita.
  • Seandainya Allah buka aib kita, mungkin orang bisa muntah. jangan sombong, jangan merasa diri paling suci, jangan merasa satu2nya pemilik kunci surga.
  • Ketiga, Allah mencintai ampunan. Kita pun harus lapang dada utk memaafkan orang lain. Sebagaimana dijelaskan surah AnNuur ayat 22.
  • Sepuluh hari di siang hari di sepuluh malam terakhir ramadan tidak kalah prestigiusnya, kecuali malam lailatul qadar. Jangan lupakan siang hari.
  • Kekalahan paling menyakitkan adalah kekalahan di partai final. Barang siapa yg gagal mendapatkan lailatul qadar, dia akan gagal di dunia dan di akhirat.
  • Konsep islam, sebelum bahagia di akhirat, bahagia dulu di dunia.
  • Satu menit yg kita lewatkan di malam lailatul qadar, hakikatnya kita telah melewatkan lebih dari 50 malam.
  • maksimalin yuk!
Advertisements

Tafsir QS Al Buruuj 85

Sabtu 13 Desember 2014

Catatan Pengajian Subuh Ustadz Abi Makki
Mesjid husnul khatimah Cinere

Tafsir surah 85 Al Buruuj

Ini adalah surah Makkiyah yang terdiri dari 22 ayat.

Arti dari Al Buruuj adalah Cahaya bintang atau Gugusan bintang. Buruuj adalah sesuatu yg nampak. Misal lagi gelap. Tiba2 keluar sesuatu yang nampak sekali, itu disebut. Baroju.

Surah ini diawali dengan sumpahnya Allah. Semua jenis “waktu” pernah digunakan Allah untuk bersumpah. Contoh. Wal lail. Wad dhuha. Wal yaumil mau’ud. Maknanya adalah, waktu merupakan sesuatu yang luar biasa yang ngga bisa kita ulang.

“…Wa syahiid.” Artinya menyaksikan dengan mata. Ada beberapa pendapat ulama bahwa makna “syahid” di sini adalah Rasulullah Muhammad SAW, sedangkan makna “masyhuud” adalah umatnya Muhammad SAW. Maksudnya. Rasul akan menjadi saksi kelak kepada umatnya. Di akhirat kelak, Kalau ada orang yang ngga tau solat, ngga tau zakat, maka yg akan ditanya adalah Rasulullah. Apakah Rasulullah belum menyampaikan? Nanti Rasulullah akan menjawab. “Sudah saya sampaikan”. Buktinya. Sewaktu di arafah, ada ribuan orang, Rasul bertanya  “apa sudah saya sampaikan semuanya?” Qoo luu. Ba la syahid

Ada pendapat lain, yaitu makna “syahid” itu adalah umat Muhammad SAW sedangkan yang dimaksud “masyhud” adalah nabi dan umat terdahulu. Contohnya sebagai berikut. Nanti, ketika Nabi Nuh dibangkitkan. Allah akan bertanya kepada umat Nabi Nuh “Wahai kaum Nuh, apakah kalian bersaksi bahwa Nuh adalah nabi kalian”. maka umat Nabi Nuh akan berkata ..”tidak, kami tidak pernah mengenal Nuh”. Padahal Nabi Nuh sudah berdakwah selama 950 tahun, tapi masih saja tidak diakui oleh umatnya. Kemudian Allah bertanya lagi “Wahai Nabi Nuh, lalu siapa saksimu?”. Lalu Nabi Nuh berkata “saksiku adalah umat Nabi Muhammad SAW”.

Kemudian umat nabi Muhammad SAW dibangkitkan. Allah pun bertanya kepada mereka “Wahai umat Muhammad, apakah kalian bersaksi bahwa Nuh itu adalah nabi?”. Lalu umat Muhammad akan berkata “Benar ya Allah, Nuh itu merupakan nabi-Mu”. Allah bertanya lagi “Tapi kan kalian belum pernah ketemu Nuh, darimana kalian tau kalau Nuh merupakan Nabi?”. kemudian umat Muhammad menjawab “Kami membacanya di dalam Quran”. Itulah mengapa umat Muhammad sering disebut “umatan wasyata”

Selanjutnya, di ayat 4. Allah mengatakan “qutila ashhabul uhduud”. Maknanya Allah melaknat orang-orang yang membuat parit. Parit apa? begini kisahnya menurut riwayat Ibnu Maja. Soheh Muslim.

Di Yaman, ada seorang raja yang bernama Raja Tubba. Raja Tubba ini mengaku sebagai Tuhan. Raja ini suka sekali sama sihir dan dunia perdukunan. Raja tubba punya kader yang bernama ghulam. Ghulam ini disekolahkan untuk menjadi dukun. Sekolahnya di gunung, karena di gunung tersebut ada dukun yang sangat terkenal.

Sang dukun senang sekali mendapat murid titipan raja. Setiap harinya, si ghulam pulang pergi dari kerajaan ke gunung tersebut.

Di kaki gunung tersebut, tinggallah seseorang soleh bernama Abdullah. Di perjalanan ke rumah sang dukun, ghulam selalu berjumpa dengan Abdullah. Karena setiap hari bertemu, ghulam sering ngobrol dengan Abdullah. Saat ngobrol, Abdullah cerita tentang ke-esa-an Allah. Akhirnya si ghulam lebih tertarik untuk belajar ketauhidan ke Abdullah daripada ke rumah sang dukun.

Singkat cerita, ghulam malahan menimba ilmu dari Abdullah, bukan dari sang dukun. Akhirnya saat ghulam pulang ke kerajaannya, Allah memberi ghulam kemampuan untuk ngobatin orang sakit. Di yaman, nama ghulam semakin terkenal. Raja Tubba dan orang-orang mengira bahwa kemampuan ghulam ini adalah hasil belajarnya sama dukun, padahal tidak sama sekali.

Suatu hari, ada seorang menteri (wazir) yang buta yang datang ke ghulam untuk menyembuhkan diri. Akhirnya dengan izin Allah, ghulam menyembuhkan si menteri tersebut. Sang menteri sangat senang  sambil menawarkan harta yang sangat banyak.

Ghulam menolak tawaran tersebut. Katanya “Tidak usah kasih apa-apa, anda beribadah saja kepada Allah”. Sang menteri pun bertanya “Siapa Allah?”. Ghulam menjawab “Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu”.

Kabar ini sampai ke raja Tubba. Raja sangat marah karena menurutnya harusnya yang jadi Tuhan itu dia. Ghulam pun dipanggil untuk dibunuh.

Ghulam disuruh naik perahu, dibawa ke tengah laut, dan akan dilemparkan di sana. Tapi ternyata Allah menyelamatkan ghulam. Ketika di tengah laut, ombak datang, perahu terbalik, semua orang yang ada di perahu tenggelam, tapi ghulam selamat dan terdampar. Saat itu ghulam kembali lagi ke raja untuk ngasih tau kalau dirinya selamat.

Sang raja pun semakin marah. “Besok kamu akan saya bunuh lagi, jangan kemana-mana ya!”

Besoknya, raja memerintahkan para prajuritnya untuk membawa ghulam ke atas sebuah bukit. Dari atas bukit, ghulam akan dilemparkan ke bawah. Lagi-lagi Allah menyelamatkan ghulam. Saat di atas bukit, terjadi gempa, dan seluruh prajurit tewas sedangkan ghulam masih hidup.

Ghulam pun datang kembali ke raja untuk ngasih tau kalau dirinya selamat. Masyarakat semakin heran, siapa yang melindungi ghulam?

Raja  frustasi karena tidak bisa membunuh ghulam. Kemudian ghulam pun bicara “Kalau anda mau bunuh saya, silahkan. Caranya, kumpulkan semua masyarakat di lapangan. Kemudian anda panah saya di hadapan orang banyak. Tapi sebelum memanah, anda harus berkata “Bismi rabbi haza ghulam”. Maknanya “dengan nama Tuhannya si Ghulam”.

Raja pun menuruti permintaan ghulam karena frustasi. Masyarakat dikumpulkan. Ghulam pun berdiri di tengah-tengah ribuan orang. Saat dipanah pertama kali, ngga kena. Kata ghulam “Wahai raja, anda lupa menyebutkan bismi rabbi haza ghulam”.

Lalu sang raja menyebutkan “Bismi Rabbi Haza Ghulam”. Kemudian raja memanah. Ghulam pun wafat.

Raja tidak menyadari kenapa dia harus menyebut kalimat tersebut. Padahal secara tidak langsung, ini merupakan syiar kepada masyarakat bahwa Tuhannya si Ghulam ini gagah sehingga mampu melindungi ghulam.

Kemudian ribuan orang yang menyaksikan kejadian tersebut beriman kepada Tuhannya Ghulam. “Amantu bi rabbi hazal ghulam”. Ini ibaratnya syahadat. Tapi jaman dulu belum ada.

Raja Tubba pun semakin marah dan berkata “Siapa yang beriman kepada Tuhannya Ghulam akan saya bunuh!”. Lalu orang-orang tersebut berkata “Bunuh saja kami, tapi bunuh di sini bersama ghulam”

Kemudian raja membuat parit yang besar. Siapa saja yang tidak mengaku kalau Tubba itu Tuhan dimasukkan ke dalam parit. Di dalam parit orang-orang tersebut dibakar. Ribuan orang dibakar di dalam peristiwa ini. Padahal orang-orang tersebut tidak salah sama sekali. Mereka dibakar hanya karena mereka beriman. Inilah kisah yang dimaksud di dalam surah Al Buruuj ayat 4-7.

 

– to be continued –

 

Disclaimer:

Ini merupakan catatan seseorang yang baru belajar.. kalau ada yang salah mohon dikoreksi 🙂

Tafsir QS 86 At Tariq

Sabtu 31 januari 2015

Catatan Pengajian Subuh Ustadz Abi Makki
Mesjid husnul khatimah Cinere

Tafsir surah 86 Attariq

“Wassamaa i zati raj…” Ar raj…. ingat inna lillahi wa inna ilaihi rajiun… raj itu maknanya mengembalikan…  apa yg dikembalikan? Beberapa ulama berpendapat bahwa yang dikembalikan adalah air. Air menguap ke atas. Lalu turun ke bawah.

Makna lain dari raj adalah memantulkan. Para ilmuwan menemukan. Langit tingkat 1-4 mengembalikan seluruh apa yg dibutuhkan bumi. Contoh. Sinyal, dikembalikan ke bumi… Sedangkan langit tingkat 5-7 memantulkan seluruh yang datang dari luar bumi keluar bumi karena berbahaya, contoh meteor… Langit ini bersifat memantulkan.

“Wal ardi zati sadq”… demi bumi yg dpt membelah dirinya… As sadq… maksudnya.. ada ruang tanah yg terbuka agar tumbuh2an bisa tumbuh.

“Innahu lakaulun fasl…” Sesungguhnya Quran ini adalah perkataan yg benar, tidak ada salahnya, baik dari bahasa, susunan kata, makna, semuanya benar..

Hati-hati..ada metode menterjemahkan Quran yg salah, yaitu dengan nafsu, bukan dengan ilmu, namanya metode hermeneutika…

Makna dari “hazl” adalah cerita2 yg tidak ada manfaatnya,  contoh sinetron ganteng-ganteng serigala.. Quran ini bukan hazl. Di quran ini tidak ada yg main-main. Semuanya benar adanya. “Nahnu naqussu…” sebaik2 cerita ada di quran. contoh. cerita tentang Qarun, Firaun, Jinn. Semuanya merupakan kisah yang benar

Setiap jiwa ada yang mengawasi. Setiap ucapan kita dicatat oleh malaikat. Apa yang dibicarakan oleh manusia dapat dibagi tiga: yang baik, yang mubah dan yang buruk. Semuanya dicatat oleh Malaikat Raqib Atit.

Tidak ada Nabi yg tidak menghadapi tipuan orang kafir. Tidak ada nabi yg tanpa perjuangan. Nabi Muhammad pernah ditipu. Nabi Musa pernah ditipu. Sampai saat ini pun tipuan-tipuan masih banyak beredar, baik di tv, internet, maupun media lainnya. Tapi kita tidak perlu kuatir. Karena “Innahum wa aiku kaida..” .Mereka punya tipu daya, Allah juga punya tipu daya. Ingat saat Rasulullah mau dibunuh sebelum beliau hijrah, kan akhirnya beliau tidak jadi dibunuh. Saat perang khandaq, ada makar, akhirnya dibendung dengan parit melalui ide Salman al Farisi. Semua atas pertolongan Allah.

Di Surah Ali Imran (Surah ke-3) ayat 14 ada ayat “…Hubbus Syahawati minan nisaa”. Maknanya yang dijadikan paling indah pada pandangan manusia adalah wanita. Makanya yang paling mahal di muka bumi ini adalah wanita solehah.

“Famahhiri… kafiriina.. amhilhum ruwaida…”

Kita marah melihat perilaku orang yahudi. Allah berkata “Mahlan…” Artinyanya “tenang… santai… tunggu…. Aku masih berikan kesempatan sebentar saja… nanti mereka akan mendapatkan kesengsaraan selama2nya…”

Kesimpulan dari Surah Tariq

1. Setiap jiwa ada yang mengawasi

2. Quran ini adalah benar

 

Disclaimer:

Ini merupakan catatan seseorang yang baru belajar.. kalau ada yang salah mohon dikoreksi 🙂