hidupcumasebentar

3 Pelajaran Hidup Selama 33 Tahun

sulbin-bajau-diver-philippines

Orang mencari ikan di dasar lautan -Source: bbc.co.uk/humanplanet

Tiga puluh tiga tahun merupakan angka yang spesial. Kenapa? karena usia penduduk surga adalah 30-33 tahun (*). Salah satu alasannya mungkin karena (katanya) di usia 33 tahun manusia sudah mencapai puncak kematangan.

Selama 33 tahun, terdapat 3 pelajaran yang sangat penting dalam hidup ini. 3 hal ini sangat berguna untuk melanjutkan perjalanan ke depan. Ketiga hal tersebut adalah:
1. Hidup adalah ujian
Hidup adalah ujian, dan ujian tiap orang beda-beda. Ada yang diuji dengan kekurangan uang, ada yang diuji dengan penyakit tertentu, ada yang diuji dengan belum adanya keturunan, bahkan belum punya pasangan hidup.
Ada orang yang punya mobil idaman, ternyata masih belum dikaruniai anak. Ada yang karirnya nanjak, tapi masalah percintaannya terjun bebas. Namun demikian, ujian hidup tidak selalu berupa masalah. Bahkan mendapatkan suatu kesenangan pun merupakan suatu ujian. Yang diuji adalah bagaimana sikap kita dalam mensyukuri nikmat yang kita dapatkan.
Ujian ini akan datang terus menerus selama hidup. Boleh jadi hari ini kita diuji dengan kehilangan handphone, mungkin besok diuji dengan atasan yang nyebelin, dan ujian lainnya yang mungkin semakin hari semakin terasa berat. Bukankah semakin tinggi suatu pohon maka anginnya akan semakin kencang? Tapi, the good news is, yang nguji kita sudah tau kemampuan kita. Ujian yang datang pasti sanggup kita hadapi.
Ada dua strategi supaya kita bisa menghadapi ujian ini dengan baik: syukur di kala senang dan sabar di kala susah.
2. Hidup cuma sebentar
Pernah lihat orang yang lagi cari ikan di dalam laut? Kalau belum, coba cek youtube-nya bbc one seperti gambar di atas. Berapa lama orang itu bisa menahan nafasnya? Paling hanya beberapa menit dan ia harus segera ke atas permukaan untuk mengambil udara segar. Seperti itulah hidup ini. Singkat.
Umur manusia saat ini rata-rata 60-70 tahun (**). Angka ini memang rata-rata, karena malaikat maut tidak pernah nanya umur kita dulu sebelum melaksanakan tugasnya. Memang ada juga beberapa orang yang diberikan bonus lebih atau malahan di ‘diskon’ umurnya.
Kembali ke gambar si pencari ikan di atas. Tugas orang di gambar itu cuma satu, menangkap ikan. Kalau di dalam air dia sibuk foto-foto pemandangan atau sibuk mengumpat tajamnya batu karang, tentu waktunya akan habis sia-sia. Saat dia ke atas air, ikannya tidak sempat ditangkap, dan dia pun gagal dalam tugasnya. Begitu pula hidup ini. Kalau kita sibuk mengomentari orang lain, mengeluhkan macetnya jalanan, atau hanya sibuk haha hihi, maka kita akan lupa tentang tugas sebenarnya dalam hidup ini.
Hidup itu singkat. Satu hari cuma ada 24 jam. Sepertiganya habis untuk tidur. Jadi cuma tersisa 16 jam yang bisa kita manfaatkan. Ada satu hal yang perlu kita lakukan untuk memaksimalkan waktu yang singkat: Atur prioritas hidup kita dengan menanyakan kembali, apakah kita ini sedang melakukan tugas utama kita (misal mencari ikan), atau kita hanya sibuk menikmati pemandangan di bawah laut?
3. Hidup cuma sekali
Pernah dengar istilah “YOLO” (you only live once)? Sepertinya istilah itu belum lengkap. Yang benar adalah “YOLOOE”, yaitu you only live once ON EARTH. Iya, hidup di dunia ini cuma sekali, habis itu kita hidup lagi, di akhirat. Ibarat gambar si pencari ikan di atas, kita cuma punya satu kali kesempatan menyelam untuk mencari ikan. Saat nafas habis dan kita terpaksa naik ke permukaan, pastikan ikannya sudah kita dapatkan.
Kita cuma punya satu kesempatan untuk menentukan hidup seperti apa yang kita jalani di sana nanti.  Kalaulah di dunia ini rumah kita masih ngontrak, jangan sampai di sana nanti kita ngga kebagian istana. Kalaulah di dunia ini kita mesti jomblo seumur hidup, jangan sampai nanti kita ngga ketemu bidadari yang bermata jeli.
Hidup ini bukan seperti main game, yang kalau kita kalah kita bisa restart dan mulai lagi dari awal. Hidup cuma satu kali. Manfaatkan dengan sebaik mungkin. Setiap kita melakukan sesuatu, tanyakan kembali, apakah ini akan bermanfaat nanti?
Ada tiga strategi yang bisa dilakukan(***): Ajari orang lain dengan ilmu yang kita punya, bantu orang lain dengan amal jariah, dan didik anak-anak kita supaya mereka jadi soleh dan mau mendoakan kita.
Sebagai kesimpulan, hidup itu penuh dengan ujian. Tapi tidak perlu kuatir karena ujian itu cuma sebentar. Masalahnya, kita cuma punya satu kesempatan untuk menentukan, apakah kita sukses atau tidak dalam ujian itu.
Advertisements