nasihat pernikahan

Nasihat Pernikahan | Abi Makki

Catatan ini diambil dari pengajian ustadz abi makki di rumah seorang teman menjelang pernikahan kakaknya (26 May 2010). Semoga dapat menjadi pelajaran, terutama kepada yang nyatet. Jika ada yang salah mohon langsung dikoreksi.

******

Image

Dalam melihat segala sesuatu, harus jelas asal usulnya, dari apa dia diciptakan dan untuk apa dia diciptakan.

Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah. Laki2 diciptakan untuk menjadi seorang pemimpin. Sedangkan perempuan diciptakan untuk membuat hati laki2 tentram dan betah ada di dunia ini. (Baca surah Ar Rum ayat 21) 

Adam & Hawwa 

Ketika nabi Adam bangun dari tidurnya, ada mahkluk di sebelahnya. Kemudian Adam bertanya “kamu ini apa?”. Dijawab oleh makhluk tersebut “Aku ini manusia”. Lalu Adam bertanya lagi “Kamu ini siapa?.” Kemudian manusia tersebut menjawab “Aku ini hawwa”. Arti dari kata “hawwa” adalah: sesuatu yg tercipta dari yang hidup. Hawwa Diciptakan dr tulang rusuk adam yang kiri. Yang paling atas dan paling bengkok dan paling keras. Maka ingat: sifatnya wanita tidak jauh dari apa dia diciptakan: keras, bengkok, mau menang sendiri.

Hadis ini ditujukan untuk laki2, tapi faedahnya adalah untuk menjaga wanita. Laki2 harus hati-hati dalam menjaga wanita. Ibarat di dalam sebuah mall, terdapat kaca, dimana di kaca tersebut ada stiker peringatan “awas ada kaca”. Tujuan peringatan tersebut adalah supaya kaca itu ngga ditabrak oleh si pengunjung mall.

Cenderung bengkok: 

Wanita itu cenderung suuzon, karena perasaannya lebih tajam dari fikirannya, ini adalah hal yg wajar. Wanita cenderung mau menang sendiri. kata Rasul ke sahabat. “Kalo anda menasehati wanita dgn keras, pasti ngga akan bisa, mereka akan patah (ibarat tulang bengkok yang diluruskan dengan cara paksa), tapi kalau dibiarkan saja, mereka akan tetap bengkok”. Jadi gimana? Berlaku lemah lembutlah kepada wanita, baru anda bisa mendidiknya. Contoh: toge. Kalo toge mentah dilurusin, bisa patah. Tapi kalo toge direbus dulu, jadi gampang dilurusin. (Ini kata ibnu taimiah) Wanita itu kuat, namun terbungkus dgn kelembutan hatinya, Lihat, zaenab yang dengan membawa bayinya, beliau masih kuat jalan dari mekkah ke madinah.

Rasul paling pandai menjaga perasaan wanita. 

Suatu saat, rasul pulang dari perang tabuk. Ketika itu, Cuaca di luar panas sekali dan rasul lelah setelah seharian berperang. Ketika sampai di rumah, rasul membuka rompi dan helm, karena haus, Rasul bergerak menuju ke dapur untuk mengambil air minum untuk dirinya sendiri, padahal di dalam rumah ada istrinya, aisyah. 

Kemudia Aisyah bertanya,”Wahai rasul, apakah engkau marah? Kenapa engkau tidak menyuruhku saja untuk mengambilkan air minum untukmu?”. Dan rasul pun berkata, “tidak wahai aisyah, aku tidak marah, aku hanya takut engkau lagi sibuk.” 

Bayangkan…. rasul, yang sudah sedemikian lelahnya berperang di cuaca yang panas, untuk mengambil minum pun beliau tidak mau merepotkan istrinya. Akhirnya aisyah meminta agar dia saja yang mengambilkan air untuk rasul. Kemudian rasul meminta agar aisyah mengambilkan air yang manis untuknya.

Namun, mungkin gara2 aisyah saking rindunya sama rasul, sampe2 aisyah ketuker antara gula dan garam. Bukannya memasukkan gula ke dalam minuman rasul, malah aisyah memasukkan garam. Ketika minuman tersebut diberikan ke rasul, rasul tau kalo sebenernya aisyah ini ngga sengaja masukin garam. 
Lalu, apakah rasul memarahi aisyah? Tidak. 

Malahan rasul berkata seperti ini “Wahai Aisyah, Selama di perjalanan, saya sangat merindukanmu, cuaca siang tadi panas sekali. Walau saya berjalan di pinggir lautan, saya tidak pernah meminum air laut, karena jika minum air yang asin, nanti malah tambah haus” 
Kemudian aisyah berkata “janganlah meminum air yang asin, ini makanya saya memberikan air yang manis untukmu” 

Lalu rasul berkata “Aku rela walaupun aku haus, kamu dulu yang minum air ini” Kata aisyah “jangan, air ini kan untuk engkau” Kemudian rasul pun berkata “Tidak apa2, engkau minum aja airnya duluan”, Singkat cerita, diminum lah air tersebut sama aisyah.

Ketauan lah kalau air tersebut rasanya asin. Aisyah pun meminta maaf kepada rasul. Tapi rasul pura-pura tidak tau dan berkata ”hah, mana yg asin? Coba sini saya minum”. Akhirnya, diminumlah air tersebut sampai habis.. Kemudian aisyah berkata “Bukankah air ini asin wahai rasulullah?” Kemudian rasul menjawab “Wahai aisyah, apapun yg ter-asin dan ter-pahit di muka bumi ini, semua akan terasa manis jika ada engkau di depanku, manisnya ada di wajahmu wahai istriku”

Subhanallah.. lihatlah bagaimana rasul memperlakukan istrinya.
Rasul tidak pernah menaikkan suaranya di depan wanita. 

Dari umar ibn khatab 

“makhluk tersabar di muka bumi ini adalah wanita” Wanita itu hamil 9 bulan lamanya. Melahirkan itu sakit. Kemudian wanita pun menyusui 2 tahun. Semua hal tersebut membutuhkan kesabaran yang tinggi.

Suatu hari, ada seorang suami yang dimarahin sama istrinya, lalu laki2 ini keluar dari rumah dan pergi ke rumah Umar untuk mengadukan hal tersebut. Di depan rumah Umar, sebelum laki2 ini masuk, terdengar Umar juga lagi diomelin sama istrinya. Laki2 ini berfikir “padahal, nama Umar Bin Khatab ditakuti di seluruh romawi dan di Persia, Umar itu kalau berjalan, sangat cepat. Kalau Anda dipukul sama Umar, bisa2 sakitnya ngga hilang bertahun2”. 

Kemudian, ketika laki2 tadi bertemu Umar di mesjid, laki2 itu berkata “Wahai Umar, saya kaget, ternyata engkau takut sama wanita”, Kemudian, Umar menjawab, “Saya bukan takut, tapi saya menghargai wanita, karena wanita itu adalah manusia paling sabar di muka bumi”
Mendingan hamil 9 bulan ato mendingan diomelin istri 2 jam? 

Ada ngga kewajiban wanita untuk memasak, mencuci, menyapu, dsb? 

Jika dilihat dari hukum fiqih manapun, ternyata tidak ada kewajiban tersebut untuk wanita. Justru laki2 lah yang wajib memberikan itu semua (masak, nyuci, nyapu, dll). Jika laki2 berkewajiban memberikan “nafkah”, maka nafkah yang dimaksud adalah berupa makanan yang sudah siap makan. (contoh, nasi, bukan beras). Di arab, yg paling banyak belanja itu laki2. Yang tau harga2 di pasar itu laki2.

Loh kenapa sekarang kebalik?

Hadis rasul: “kalo seandainya diperbolehkan seorang manusia sujud ke manusia lain, akan kuperintahkan istri sujud ke suaminya”. Itu karena tanggung jawab seorang suami teramat besar.

Siapa saja yg dapat membahagiakan suaminya sedikitpun, istri tersebut dibukakan pintu surga.
Ini hikmah alim ulama: satu gelas air yang diberikan ke suami, dan suami tersebut senang, maka wanita tersebut udah dapet pahala umrah. (Ini hikmah alim ulama, bukan hadis lhoo) 
Apabila seorang suami bangun tengah malem untuk ngasih makan istri. Apakah suami tersebut dapet pahala surga? Tidak, karena hal tersebut memang kewajiban suami.

Hebatnya wanita membahagiakan suaminya, adalah karena mereka mendambakan surganya Allah..

Sepasang suami dan istri selayaknya menjadi seperti dua tangan. (kun kaliyadain). 
1. Kalo jalan, kompak. Ketika tangan kanan sedang berada didepan. Maka tangan yang kiri pasti ada di belakang. Coba, kalau sedang berjalan, tangan kiri dan tangan kanannya sama2 ada di depan, kan ngga lucu.
2. Saling tolong menolong. Kalau tangan kiri gatel, tangan kanan yg garukin. Begitu pula sebaliknya.
3. Saling bertemu. saling silaturahmi. Tangan kiri ketemu dgn tangan kanan kan? Supaya ga miskomunikasi. 
Jangan kaya telinga. Ga pernah berjumpa. Kalau gatel siapa yg garuk? 

Wallahua’lam bi shawab

Demikian, mudah2an ada manfaatnya. Sekali lagi, jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon langsung dikoreksi. Terimakasih. 

Advertisements