Surah

Al Mursalat (QS:77) Ayat 29-43 | Abi Makki | 15 02 2014

Catatan Pengajian Subuh Abi Makki. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi ūüôā

Image

 

Quran Surah Al Mursalat (Surah ke 77) Ayat 29-43

 

Ayat 29

“Pergilah kalian”. Ini maksudnya kepada orang2 kafir. Pergi ke suatu tempat yang dulu kamu dustakan. Maksudnya yaumul hisab.
Ada orang yg tidak mengakui yaumul hisab sama sekali. Baginya. Hidup cuma sekali. Ada juga orang yang mengakui adanya yaumul hisab tapi ngga mempersiapkan diri. Tetep maksiat. Tetep buat dosa.
Dua-duanya sama-sama masuk dalam kategori ini.

Ayat 30

Pergilah. Berteduh di bawah 3 cabang

Ibarat ada anak yang bangel ngebut-ngebutan. Dibilang orangtuanya jangan ngebut, nanti jatoh. Tapi si anak tetep bandel, ngebut, dan akhirnya jatoh dan tulangnya patah. Lalu orangtuanya bilang “enak kan patah tulang?”.¬†Kira2 itu makna dari ayat ini. “Silahkan berteduh di bawah asap api neraka, di bawahnya api neraka”

Sirath atau jembatan.

Lamanya perjalanan di atas jembatan ini hanya 30.000 taun. 10.000 taun turunan, 10.000 taun tanjakan, 10.000 taun lurus.
Jembatan lebih tipis daripada rambut. Berjalannya di dalam kegelapan malam. Di bawahnya ada tingkatan-tingkatan neraka. Kalau ada yang jatuh, 40.000 taun ke bawah belum sampai ke neraka.
Asapnya sangat hitam. Saking hitamnya kalau kita taro tangan di depan kita, tangan kita ngga keliatan.
Lalu apa yg menerangi saat itu? Hanya amal saleh. Baca Surah At tahrim (66) ayat 8.

Bagaimana kondisi orang yang menyeberangi jembatan tersebut? Kata rasulullah “Ada yg secepat kilat. Seperti burung terbang. Seperti manusia biasa. Seperti ayam. Ada yg nunggu cahaya baru jalan. Saat redup dia nunggu. dst”

Siti aisyah suatu saat menangis.  

Rasul bertanya. “Ya Aisyah. Apa yg membuatmu menangis?”

Jawab Aisyah “Bagaimana aku tidak menangis ya Rasulullah, aku memikirkan kubur dan aku memikirkan hisab
Kata rasul. “Itu tidak bisa kita hindari ya aisyah“.
Lalu Aisyah berkata “Wahai Rasulullah. Apakah nanti ada satu masa seseorang kelak di akhirat lupa dgn orang yg dicintainya di dunia ini? (maksudnya, ya Rasulullah, mungkinkah engkau lupa denganku kelak?)

Rasul menjawab.
Ada 3 tempat/waktu dimana kita tidak akan sempat memikirkan siapa-siapa karena kita sibuk memikirkan diri sendiri dengan urusan masing-masing. Tempat tersebut adalah:
1. Ketika dibagikan kitab amal

2. Ketika ditimbang. Yaumul hisab.

3. Ketika di sirath.

Bagaimana cara kitab amal dibagikan?

Nanti orang-orang kaget. Tiba2 ada burung terbang. Ternyata yg terbang bukan burung. Tapi buku. Berantakan terbangnya. Kiri kanan terus. Lalu kitab tersebut jatuh ke diri kita. Mereka dalam keadaan khawatir. Ada yg kitabnya jatuh di tangan kanan. Ada yg di tangan kiri. Ada yg ke pundaknya. Yang menerima kitabnya dengan tangan kanan adalah orang mukmin soleh. Yang menerima dengan tangan kiri adalah orang mukmin tidak soleh. Yang menerima di pundak adalah orang munafik. Orang kafir ngga dapet buku. Ngga punya catetan apa-apa karena ngga punya Laa ila ha illallah.

Ayat 31.

Naungan yang disampaikan di ayat sebelumnya itu tidak melindungi diri dari api

Ayat 32.

Lemparan api neraka itu setinggi istana

Ayat 33. 

Api itu menyerang seperti unta kuning. (kuningnya api). Ada juga yang mengartikan lain, yaitu seperti unta hitam legam karena asap dari api neraka.

Ayat 34.

“Wailuyyaumaidzillilmukadzzibiin” Kecelakaan¬†Ini Aku khususkan utk orang2 yg mendustakan

Ayat ini berulang-ulang..(kalau tidak salah ada 10 X pengulangan)

Ada hubungan dengan¬†ayat di Surah Ar Rahman (55) yang “Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban”

Ayat 35.
Hari ini. Anda tidak bisa bicara apa-apa. Maksudnya. Ngga bisa membela diri. Mulut udah terkunci. Yang bicara tangannya, kulitnya, dst.. 

Ayat 36. Ngga ada lagi yang bisa ngasih alasan.

Yg paling lama dihisab adalah orang kaya dan orang yang banyak alasan. Setiap harta yang kita miliki akan ditanya satu per satu, dari mana kita dapat, apa yang kita gunakan dengan harta tersebut.

Ayat 37.
Celakalah bagi org2 yg mendustakan

Ayat 38.¬†Ini adalah hari yang nyata. “Fasl” maknanya pasti terjadi /mutlak benarnya.

“Jama’naakum wal awwaliin”. Nanti kita dikumpulin sama orang2 jaman dulu. kaum nabi soleh. Kaum nabi nuh.¬†Nanti kita ketemu dengan kakek kita, nenek kita. orang tua kita, dengan usia yang sama. Ngga bisa dibayangkan dengan pikiran kita saat ini.

Ayat 39
Kalo anda punya tipu muslihat. mau bela diri (pakai pengacara, jabatan, duit, dst). Nanti di akhirat. Coba suruh mereka membela anda. Tetep anda akan celaka.

Ayat 40. 

Celakalah bagi orang-orang yg mendustakan

Ayat 41.
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam naungan yg teduh. Dan ada suara gemericik air.
Bayangkan kira2 tanah terbuat dari kaca.Seperti yg pernah dibuat nabi sulaiman.

Ayat 42.

Akan mendapatkan buah apapun yang diinginkan.

Ayat 43.
Silahkan. Makan minum. Ini semua milik anda.

Advertisements